BEING A TEACHER

tumblr_mf6pkmyvhf1s0rdlyo1_500

Aku ini calon penggagas masa depan bangsa. Aku calon guru. Calon guru Bahasa Inggris yang punya kemampuan English pas-pasan. Iyaa…pas-pasan kayak isi dompet aku di akhir bulan.

Sekarang aku lagi Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di salah satu SMU swasta. Seru sihh ngajar…kayak loh lagi main sulap, bisa bikin para penonton terkesan dengan kemampuan sulap loh. Mereka bilang aku jago Bahasa Inggris. Yaa…elaahh…aku gak jago, kalian yang kelewat bego’. Bukannya pengen nyakitin hati kalian. Tapi aku Cuma mau ngomong apa-adanya, sejujur-jujurnya hati aku. Kalian Bahasa Inggrisnya dasar banget, kayak anak SD. Bahkan dibandingin dengan aku waktu SMP, kalian itu masih kalah.

Aku pernah super kaget pas ada seorang siswi aku yang nanya arti kata “student”. Oh my God !!! kata “student” gue udah tahu jauh waktu gue duduk di bangku SD. Sekarang loh udah SMA, daaaannn…..

aku gak bisa mikir lagi. Sapa yang mesti aku salahin. Nih anak, asli aku kasian banget. Udah bego’, malas pula. Mau jadi apa pula kamu ini nak???? Cuma bisa andalkan cerewetnya mulut kamu. Udahh…jadi pelawak aja dahh kamu… klo Cuma seorang sih aku bisa handle, apesnya dalam satu kelas itu lebih banyak yang berspesies sama dengan bocah yang satu tadi daripada yang rada-rada normal.

Gini nih suka-dukanya jadi guru. Aku mesti ngajarin mereka sekaligus tanpa diskriminasi sampe mereka paham sesuatu. Nyebelinnya mereka spesies yang asli pemalas. L

Ahhh…ni anak semuanya kurang perhatian keluarga. Lebih tepatnya, mereka hidup di lingkungan keluarga yang gak merhatiin pendidikan sebagai sarana mencari ilmu. Aku bisa nebak mereka memandang pendidikan formal hanya sebagai sarana untuk dapetin ijazah. Boro-boro mikirin ilmu, berbekal ijazah, duit, dan koneksi loh bisa lakuin apa aja. Dapetin apa aja yang loh mau. Aku yang notabene calon guru miris dengan situasi negeri gue kayak gini. Bahkan aku miris dengan situasi aku sendiri. Sebenarnya aku sering berpikir klo aku gak pantes jadi guru. Amanah seorang guru itu berat brow. Nengok di negeri nun jauh di sana “Finlandia”, pernah dengar kan??? Negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Kenapa??? Karena tenaga pengajar mereka asli orang-orang terpilih brow. Coba loh bayangin, di sana profesi seorang guru dipandang lebih tinggi daripada profesi lainnya kayak dokter, jaksa, dll. Pokokneee teacher is number one.

Siswa yang lulus masuk ke universitas jurusan keguruan asli siswa-siswa terbaik dengan persaingan super ketat ibarat persaingan siswa-siswa yang pengen masuk jurusan kedokteran klo loh nengok ke Indonesia. Bandingin coba???? Luar biasaaa….mikir-mikir kemampuan aku, aku gak mungkin lulus ujian masuk jurusan keguruan di Finlandia sana. Salut dahh…pengennya negara gue kayak gitu juga, mimpi kale yahhh?????? :/

Udahh…boro-boro mikirin kekurangan bangsa gue, mendingan gue lakuin terbaik yang gue bisa.

 

KEEP FIGHTING !!!!

Advertisements

Kejar IPK atau Ilmu?????

Kali ini pengen share tentang IPK. Berhubung sekarang lagi musim final test bagi mahasiswa di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta. Yang namanya mahasiswa pasti tahu lah yang namanya IPK. kebanyakan dari mereka bisa aku katakan sebagai pemburu IPK atau ada yang menamakan “burengsek” 😀 Namanya jelek yah???hehehee 😀 yah sudahlah, terserah anda mau menyebutnya apa.

Sebenarnya miris dengan bahasa pemburu IPK ini, tapi nyatanya memang kebanyakan demikian. Meskipun masih ada yang berusaha menjadi pemburu ilmu. Ngerti kan maksud aku??? J

Yah, kualitas pendidikan itu memang seharusnya meningkat. Tapi di lapangan bagaimana? Sudah terealisasi belum yah??? Sahabat bisa jawab sendiri lah.

Kuliah gak boleh hanya dijadikan sebagai tempat pendidikan formal untuk memperoleh ijazah yang nantinya bisa dipakai untuk melamar kerja. Walaupun memang ujung-ujung kita memang butuh yang namanya kerja. Tapi, yang namanya kuliah itu yah kita nuntut ilmu banyak-banyak untuk kita pahami, diaplikasikan dalam kehidupan, dan tentunya kita bagi kepada orang lain.. Tapi, ternyata kenyataan yang ada depan mata berbeda. Banyak mahasiswa yang hanya mengejar IPK tinggi, bukan mengejar ilmu. kenapa aku ngomong demikian??? Bukti nyatanya ada pada saat final test, atau mid test. Banyak mahasiswa yang menyontek pada saat ujian. Kenapa??? Karena mereka hanya mengejar nilai, bukan mengejar ilmu. Andai mereka mengejar ilmu, mereka gak bakalan menyontek. Ujian itu adalah salah satu cara untuk mengevaluasi pemahaman kita. Just it !! kalau kita menyontek pemahaman dari orang lain atau nyalin dari buku, apa gunanya kita ujian???? Ada juga yang gak nyontek pada saat ujian. Dan hasil ujiannya tuh bisa dibilang perfect. Tapi sayangnya, yang bersangkutan juga masih kategori pemburu IPK. kenapa??? Karena ternyata yang bersangkutan jago hapal. Wow…semua isi buku dia hapal sampai titik komanya pun gak ketinggalan. But, ternyata cek percek dia gak paham sama materinya. Kalau pertanyaannya dikembangkan dan butuh analisis, dia gak bisa jawab. Hmm…

Point utamanya adalah jangan jadikan nilai sebagai tujuan utama kita menempuh pendidikan. Tapi jadikan ilmu sebagai tujuan utama kita. Dan ketika ditanya kenapa kita kuliah (sekolah)??? Dengan sigap kita menjawab, yah untuk cari ilmu dong. J

Aku selalu teringat dengan seorang dosen yang pernah ngajar aku di semester 2 mata kuliah Introduction to Morfhology and Syntax. Ada hal yang membuatku kagum dalam diri beliau ketika menceritakan sedikit kisahnya ketika mahasiswa. Sesuatu yang cukup membuat kami mahasiswa yang berada di dalam kelas merasa tak percaya. Bayangkan, beliau baru melihat seluruh nilai hasil studynya tiap semester ketika akan ujian meja. Itupun karena beliau harus mengurus transkrip nilai sebagai salah satu syarat untuk mengikuti ujian meja. So, selama beliau kuliah, sekalipun tidak pernah mencari tahu nilai akhirnya tiap semester. Apalagi mencari tahu berapa IPKnya. Wow…it’s amazing for me…dan bisa ditebak nilai akhirnya bagaimana. Ya jelas memuaskan lah. Bukan sok pamer beliau menceritakan hal itu kepada kami. tapi beliau ingin agar kami para mahasiswa tidak menjadi pemburu IPK, gak jadi burengsek, tapi menjadi pemburu ilmu. insyaALLAH nanti nilainya ngikut bagus. Nilai itu Cuma formalitas belaka. Tapi yah klo bagi aku, sebaiknya tiap semester nilai dicek dong Pak !! Takutnya ada yang bermasalah, kan formalitasnya ada di nilai. Hehehee 😀

Hmm…aku posting ini bukan berarti sok pintar, dah perfect sebagai pemburu ilmu, and gak pernah nyontek sekalipun selama hidup. 😀 But, just want to share it to you all J it’s time to imagine and evaluate ourself.

 

We’re the winner…Success for us J